|
Pada tulisan sebelumnya kita telah belajar mengenai array dan beberapa fungsi dasarnya. Sekarang pembahasan kita akan meningkat menuju ke fungsi-fungsi array PHP yang lebih dalam lagi. Fungsi-fungsi tersebut adalah:
Fungsi is_array() Fungsi is_array() digunakan untuk memeriksa apakah sebuah variabel merupakan array atau bukan. Jika sebuah variabel merupakan array, fungsi ini akan menghasilkan nilai true dan jika bukan array akan menghasilkan nilai false. Sintaksnya adalah sebagai berikut: Is_array(variabel)
Contoh: <HTML> <HEAD> <TITLE> Array Bagian 2 </TITLE> </HEAD> <BODY> <?php $var = array(1,2,3,4,5,6,7); $scan = is_array($var); if ($scan == false) { $status = "bukan"; } else { $status = ""; } echo "\$var = array(1,2,3,4,5,6,7);"; echo "<br />"; echo "Variabel \$var $status merupakan array"; ?>
</BODY> </HTML> Pada contoh ini karena variabel $var dideklarasikan sebagai array, maka hasil yang diberikan adalah teks "Variabel $var merupakan array". Jika seandainya variabel $var dideklarasikan sebagai $var = "array", maka hasilnya adalah "Variabel $var bukan merupakan array", cuma isinya saja yang berupa teks "array". Fungsi list() Fungsi list() digunakan untuk mengambil komponen-komponen array sebagai variabel-variabel yang terpisah. Sintaksnya adalah sebagai berikut: List($item1, $item2, ... , $itemn) = array
Jumlah variabel $item harus sama dengan atau kurang dari jumlah komponen yang dimiliki array. Contoh: <HTML> <HEAD> <TITLE> Array Bagian 2 </TITLE> </HEAD> <BODY> <?php $program = array('Bobo','Doraemon','Spiderman'); list($Majalah, $Komik, $Film) = $program; echo "Jenis Buku & Hiburan :"; echo "<br />"; echo "Cerpen : $Majalah"; echo "<br />"; echo "Cerita Bergambar : $Komik"; echo "<br />"; echo "Bioskop : $Film"; ?>
</BODY> </HTML> Pada contoh tersebut $program merupakan array dengan tiga komponen, yaitu "Bobo", "Doraemon", dan "Spiderman". Jika ketiga komponen tersebut ingin dimasukkan ke dalam variabel tersendiri, maka fungsi list harus memberikan tiga buah variabel untuk menampung ketiga komponen tersebut. Fungsi list() tidak harus "menangkap" ketiga komponen tersebut, melainkan dapat kurang dari itu. Contoh: <HTML> <HEAD> <TITLE> Array Bagian 2 </TITLE> </HEAD> <BODY> <?php $program = array('Bobo','Doraemon','Spiderman'); list($Majalah, , $Film) = $program; echo "Jenis Buku & Hiburan :"; echo "<br />"; echo "Cerpen : $Majalah"; echo "<br />"; echo "Bioskop : $Film"; ?>
</BODY> </HTML> Contoh kedua ini hanya menangkap komponen pertama dan ketiga. Perhatikan bahwa harus terdapat spasi kosong dan dua buah koma di antara variabel yang menangkap komponen pertama dan ketiga. Tempat kosong tersebut adalah tempat yang seharusnya diisi oleh variabel yang akan menangkap komponen kedua.
Fungsi split() Fungsi split digunakan untuk memecah suatu string menjadi array berdasarkan karakter pemisah tertentu. Sintaksnya adalah sebagai berikut: split(karakter, teks, [batas])
Karakter adalah karakter yang digunakan untuk memisahkan array. Teks adalah string yang akan dipecah menjadi array. Batas adalah jumlah komponen yang akan dihasilkan. Contoh: <HTML> <HEAD> <TITLE> Array Bagian 2 </TITLE> </HEAD> <BODY> <?php $tanggal = "27-02-1982"; list($hari, $bulan, $tahun) = split("-", $tanggal); echo "Hari = $hari"; echo "<br />"; echo "Bulan = $bulan"; echo "<br />"; echo "Tahun = $tahun"; ?>
</BODY> </HTML> Pada contoh tersebut variabel $tanggal berisi string "27-02-1982". Dengan fungsi split, variabel $tanggal tersebut dipecah menjadi array dengan karakter pemisah "-", sehingga menjadi sebuah array dengan komponen "27", "02", "1982". Komponen array ini kemudian ditampung ke dalam 3 buah variabel dengan fungsi list(). Fungsi list juga dapat menggunakan regular ekspression. Sebagai contoh, karena orang dapat menuliskan tanggal dengan berbagai macam cara, misalnya 27/02/1982, 27-02-1982, 27.02.1982, maka karakter pemisah dalam fungsi split harus dapat mengantisipasi perbedaan-perbedaan tersebut, sehingga penggunaanya adalah sebagai berikut: list($bulan, $hari, $tahun) = split("[/.-]", $tanggal); Fungsi split() identik dengan fungsi explode().
Fungsi join() Fungsi ini pada prinsipnya adalah kebalikan fungsi split(), yaitu digunakan untuk mengumpulkan komponen-komponen array menjadi suatu string. Sintaksnya adalah sebagai berikut: join(karakter, array)
Karakter adalah karakter yang digunakan untuk “merekatkan” komponen-komponen array. Contoh:
<HTML> <HEAD> <TITLE> Array Bagian 2 </TITLE> </HEAD> <BODY> <?php $var = array('03', '07', '1973'); $tanggal = join("/", $var); echo "$tanggal"; ?>
</BODY> </HTML> Fungsi join() identik dengan fungsi implode().
Fungsi in_array() Fungsi in_array() digunakan untuk memeriksa apakah suatu nilai tertentu terdapat sebagai komponen di dalam sebuah array. Sintaksnya adalah sebagai berikut: in_array(cari, array, [tipe])
Cari adalah nilai yang akan dicari apakah terdapat pada sebuah array. Tipe adalah boolean yang mengindikasikan apakah tipe data akan disertakan dalam pencarian. Jika suatu nilai ditemukan tapi tipe datanya tidak sama, maka fungsi in_array() dianggap gagal. Fungsi ini bersifat case-sensitive. Contoh: <HTML> <HEAD> <TITLE> Array Bagian 2 </TITLE> </HEAD> <BODY> <?php $program = array("HTML", "PHP", "CSS", "JavaScript"); print_r($program); $cari = "HTML"; if (in_array($cari, $program)) { echo "Program Basis Web $cari ada di dalam array"; } else { echo "Program Basis Web $cari tidak ada di dalam array"; } ?>
</BODY> </HTML> Jika tipe disertakan contohnya adalah sebagai berikut: <HTML> <HEAD> <TITLE> Array Bagian 2 </TITLE> </HEAD> <BODY> <? $tipe = array('1.10', 5.0, 1.13); if (in_array('5.0', $tipe, TRUE)) { echo "String \"5.0\" ada di dalam array"; } else { echo "String \"5.0\" tidak ada di dalam array"; } echo "<br />"; if (in_array(1.13, $tipe, TRUE)) { echo "Bilangan 1.13 ada di dalam array"; } else { echo "Bilangan 1.13 tidak ada di dalam array"; } ?>
</BODY> </HTML> Pada contoh kedua ini, yang ditemukan adalah bilangan 1.13, sedangkan string "5.0" tidak ditemukan karena pada array merupakan bilangan, bukan array. Selamat berkreatifitas.
|